Alkitab menyebut Kanaan (orang-orang dari Timur Tengah kuno) beberapa kali. Arkeolog menggunakan kata "Kanaan" untuk menggambarkan sekelompok pemukim dan kaum nomaden pastoral yang hidup di Levant selatan (sekarang Israel, Palestina, Lebanon, Suriah dan Yordania) selama akhir abad ke-2 SM.
Referensi pihak ketiga
Tapi persisnya siapa mereka, dari mana asal mereka, dan apa yang terjadi pada mereka selanjutnya, adalah pertanyaan-pertanyaan yang sulit dijawab.
Sebuah penelitian mungkin dapat memberikan gambaran sedikit untuk para arkeolog tentang siapakah sebenarnya orang Kanaan ini.
Referensi pihak ketiga
Untuk pertama kalinya, para ilmuwan mengurutkan genom Kanaan kuno setelah materi DNA dari lima orang Kanaan yang hidup sekitar 4.000 tahun yang lalu berhasil diekstraksi.
Para peneliti juga mengurutkan genom dari 99 orang Lebanon modern, sehingga memungkinkan para ilmuwan untuk membangun hubungan antara penduduk modern dengan orang-orang kuno yang hidup di daerah tersebut.
Peneliti yang berasal dari Wellcome Trust Sanger Institute di Inggris membagikan hasil analisisnya dalam American Journal of Human Genetics.
Hasil temuan mereka mengatakan bahwa Kanaan adalah campuran dari penduduk lokal yang menetap di desa-desa pertanian selama periode Neolitik dan orang-orang yang bermigrasi dari timur yang tiba di wilayah tersebut sekitar 5.000 tahun yang lalu.
Referensi pihak ketiga
Orang Lebanon modern cenderung merupakan keturunan langsung dari orang Kanaan, tetapi mereka memiliki juga gen orang-orang Eurasia yang mungkin datang ke sana jauh sebelum periode Asyur, Persia, atau Makedonia.
Selama abad ke-2 dan ke-1 SM, pencampuran genetik akibat penaklukan di suatu daerah adalah hal yang biasa. Dan memang, orang Kanaan mendapatkan gen baru dari orang-orang Eurasia antara 3.800 sampai 2.200 tahun yang lalu. Meskipun demikian, orang Kanaan dan keturunannya memang memiliki gen yang agak berbeda.
Referensi pihak ketiga
Dalam Alkitab, Tanah Kanaan disebut sebagai Tanah Israel menandai Israel sebagai "Tanah yang Dijanjikan Tuhan". Kanaan dan orang-orangnya disebutkan sekitar 160 kali dalam Alkitab Ibrani, sebagian besar di Pentateukh dan buku-buku Yosua dan Hakim.
Nenek moyang orang Kanaan disebut sebagai cucu Nuh. Kanaan identik dengan Kutukan Ham, di mana Kanaan dikutuk dengan perbudakan abadi karena ayahnya Ham memiliki pandangan jelek terhadap Nuh. Allah kemudian menjanjikan tanah Kanaan untuk Ibrahim, dan akhirnya memberikan keturunan Ibrahim, orang Israel.



