Saddam Hussein lahir dari kelaurga miskin di Tikrit, Irak. Ayahnya petani biasa. Satu-satunya kemungkinan mengubah nasib saat itu adalah menjadi politisi. Akhirnya, Saddam kecil bercita-cita menjadi politisi. Sejak kecil dia juga sudah bergaul dengan kekerasan. Pada usia 16 tahun dia sudah menjadi ketua sebuah geng akan jalanan. Setahun kemudian dia ikut membunuh seseorang. di usia 19 tahun, dia sudah ikut dalam sebuah kudeta membubarkan rezim monarki di negerinya.

Referensi pihak ketiga
Di usia 20 tahun dia masuk Partai Baath. Dia berperan penting ketika ketua Partai itu, Hasan Al-Bakr melakukan kudeta menjatuhkan kepemimpina Presiden Abdul Rahman Arif tahun 1968. Hasan Al-Bakr mengangkat dirinya sebagai Presiden, dan Saddam menjadi Wakil Presidennya. Setelah 15 tahun berkuasa, Saddam merebut kekuasaan dari Al-Bakr.

Referensi pihak ketiga
Saat menjadi Presiden, Saddam menggunakan hasil minyak negaranya untuk menyejahterakan rakyat Irak. Lama-kelamaan dia memerintah secara otoriter dan memasung kebebasan rakyatnya. Itulah yang kini hanya bisa dibayangkan oleh rakyat Irak zaman now.

Referensi pihak ketiga
Pada awal kepemimpinannya, Saddam Hussein mendapat dukungan Amerika Serikat. Dukungan itu kemudian berubah menjadi permusuhan yang sulit didamaikan. Irak menjadi batu sandungan bagi hegemoni Amerika di Timur Tengah. Intervensi Amerika Serikat ke Irak dengan dasar resolusi Perserikatan Bangsa Bangsa, menjatuhkan rezimnya.

Referensi pihak ketiga
Pengejaran dilakukan atas diri Saddam dan sejumlah pengikutnya, termasuk dua anaknya, Uday dan Qusay. Dua anaknya terbunuh dalam suatu pengepungan di sebuah villa, Saddam sendiri tertangkap 9 bulan setelah ibukota Baghdad jatuh ke tangan pasukan Amerika Serikat.

Referensi pihak ketiga
Amerika sangat yakin, bahwa hadiah besar akan mampu mengalahkan loyalitas. Kalaupun masih ada 99 persen rakyat Irak bungkam dan tidak membuka rahasia keberadaan Saddam, masih ada 1 persen yang tidak kebal iming-iming hadiah uang tunai dalam jumlah besar. Dan benar saja. USD 25 juta menggoyahkan loyalitas Ibrahim, orang terdekat Saddam. Dia memberitahu dimana Saddam bersembunyi.

Referensi pihak ketiga
Saat Saddam berhasil ditemukan dan ditangkap, dia mengutuk : 'Orang yang bersalah akan menerima hukumannya!' Banyak orang menduga, ucapan itu untuk dirinya sendiri, yang memiliki banyak kesalahan. Tak seorang pun menyangka, bahwa itu diucapkan untuk orang yang sudah mengkhianatinya, Ibrahim.

Referensi pihak ketiga
Apa yang didapat Ibrahim? Tidak sepeser pun dari USD 25 juta itu masuk ke kantong atau rekeningnya. Dia bahkan ditangkap tentara Amerika dan ditahan, dengan alasan menyelamatkannya dari amuk massa para pendukung Saddam Hussein. Tidak ada satu pun orang yang tahu persis kondisi Ibrahim saat ini. Dia seolah seperti air yang menguap. Hilang tak tentu rimbanya. Seperti Saddam, Ibrahim juga menuai akibat dari kutukan Presiden Irak terguling itu.