Alkisah ada seorang raja gelisah karena mimpinya. Dia lalu memanggil juru tafsir mimpi untuk menerjemahkan mimpi itu. Raja bercerita, semalam dia bermimpi semua giginya lepas, kecuali satu gigi.” Saya abaikan mimpi itu dan saya teruskan tidur. Tetapi dalam tidur berikutnya mimpi itu datang lagi.
Juru takwil mimpi itu mendengar dengan tekun, tetapi kelihatannya raut mukanya gelisah. ”Bisakah engkau menjelaskan makna mimpiku?” Tanya raja mengagetkan lamunan jutu tafsir itu.
“Inna lillahi wainna illahi rajiun. Ampun baginda. Hamba harus berkata jujur, bahwa mimpi paduka bukan membawa isyarat baik , malah sebaliknya. Paduka akan mendapatkan ujian besar dari Allah. Tapi bukankah hidup ini memang penuh dengan ujian?” kata juru tafsir.
“Segera jelaskan jangan berpanjang komentar!” perintah raja. Dia agak gelisah mimpi itu bukan mengisyaratkan kebaikan. Berarti itu mimpi buruk.
“Ampun paduka, mimpi ini menyangkut keluarga. Jika bermimpi satu gigi tanggal maka itu pertanda satu anggota keluarga meninggal. Jika dua tanggal, maka dua anggota meninggal. Ampun paduka, jika mimpi semua gigi tanggal kecuali satu, maka cobaan besar itu berupa semua anggota keluarga akan meninggal kecuali raja.
Raja rupanya belum siap mental ditinggal mati seluruh keluarganya termasuk anak bungsunya. Raja ingin menjadikan si bungsu sebagai putra mahkota karena dia satu-satunya anak raja yang laki-laki. Kakak-kakaknya semua perempuan.
“Apakah calon putra mahkota juga meninggal?” tanya raja gusar.
“Ampun paduka, semuanya termasuk putra bungsu calon putra mahkota”.
Raja Shock mendengar penjelasan itu. Hati raja dilanda kecemasan. Kemudian itu berubah menjadi kemarahan. Maka raja menyimpulkan juru tafsir mimpi itu punya maksud tertentu. Akhirnya juru tafsir itu diperiksa dan dimasukkan ke dalam tahanan. Raja masih gelisah memikirkan mimpinya. Maka dipanggilnya juru tafsir mimpi yang lain dan diminta menjelaskan makna mimpinya. Maka dia menyampaikan dengan cara lain.
‘Alhamdulillah, Paduka ini mimpi baik!” katanya dengan suara jelas dan tegas yang membuat raja tersentak kaget sekaligus gembira,”Apa katamu? Coba ulangi lagi, Aku senang mendengarnya,’ujar raja.
“ampun paduka makna mimpi itu baik, pertanda kasih sayang Tuhan kepada paduka sangat besar, sungguh sangat besar. Alhamdulilah.”
“Coba jelaskan makna mimpiku itu”, kata raja tidak sabar.
“Makna mimpi itu, Tuhan melimpahkan kasih sayang sanga besar antara lain dalam bentuk umur. Nanti baginda akan dikaruniai umur sangat panjang dibandingan umur semua anggota keluarga raja. Begitu panjang sehingga ketika satu per satu dari keluarga raja meninggal, paduka masih tetap hidup.”
“Oh, alangkah senang hatiku”, kata raja. Dalam hati raja berkata, aku nanti akan dapat menyaksikan putra mahkota menjadi raja ketika aku belum meninggal. Ini sebuah mimpi indah, mimpi menyenangkan.
“Kamu benar-benar juru tafsir mimpi yang sangat ahli. Aku beri hadiah sebagai penghargaan atas kerjamu yang profesional,” kata raja dengan muka bersinar.
Dari kisah ini coba pembaca cermati, sesungguhnya dua ahli tafsir mengatakan hal yang sama, hanya caranya yang berbeda. Yang pertama bahwa makna mimpi itu ialah raja mendapat musibah nanti semua keluarga raja meninggal kecuali raja. Sedangkan yang kedua mengatakan nanti raja akan berumur panjang. Ketika semua keluarga raja sudah meninggal, raja tetap massih hidup. Adakah perbedaanya? Tidak ada! Raja nanti akan ditinggal semua keluarganya. Yang berbeda adalah cara menyampaikannya.
Sumber: Dikutip dari Buku Berjudul Rumput Tetangga Tidak Lebih Hijau Karya Nur Cholis Huda