“Papa kamu sudah pulang?” tanya anaknya yang sedang main di ruang tamu
“Kamu pindah main ke kamar gih!” kata Chandra yang terlihat lelah setelah pulang kerja

“Sayang, ini buah buat kamu. Ayo dimakan! Oh ya, besok kita harus siapin uang 10 juta buat uang sekolah anak kita!” kata istrinya, Hani

“Uang lagi uang lagi! Kenapa sih beban hidup harus aku yang tanggung sendiri?” marah Chandra

Lalu Chandra pun marah dan pergi meninggalkan rumah. Ia marah pergi untuk mencari selingkuhannya.
“Sayang, itu ada tas harganya 13 juta. Beliin dong!” kata selingkuhannya kepada Chandra

“Loh kan minggu kemarin baru beli tas. Masa beli tas lagi sekarang?” tanya Chandra

“Tuh kan kamu gak mau beliin, tandanya kamu tidak cinta lagi sama aku!” rengek selingkuhannya
“Yasudah, demi kamu aku beliin ya sekarang. Ayo jalan!”

Chandra pun mengantarkan selingkuhannya untuk masuk toko, namun di tengah jalan adik Hani melihat momen itu.

“Kak, suamimu ternyata selingkuh sama cewek lain. Aku ada kirim foto-fotonya, nanti kamu segera buka!” kata adik Hani

Setelah dibuka fotonya, Hani pun kaget melihat suaminya gandengan sama cewek lain.

“Kamu cepat pantau kemana mereka pergi. Nanti aku segera menyusulmu!” kata Hani
Ternyata setelah beli tas Chandra beristirahat sejenak di rumah selingkuhannya.

“Hei Chandra! Kamu sudah keterlaluan! Kenapa kamu selingkuhi kakak saya?” marah adik Hani

“Chan, kamu selalu bilang kalau kamu dengan pria lain di luar sana berbeda! Ternyata kamu sendiri selingkuh dengan pelakor ini!” marah Hani

“Aku cuma mau bilang kalau aku gak puas sama kamu. Lihat dia begitu cantik, seksi, dan modis. Lah kamu? Rambut berantakan, hobinya pakai daster, tidak pernah berdandan lagi! Kamu hanya bikin aku bosan dan malu!” kata Chandra

“Bagus sekali ya kamu ngomong gitu. Lihat siapa yang nemenin kamu dari kamu masih 0? Bahkan sampai kamu sudah diangkat jadi manager, siapa yang selalu dukung dan doakan kamu? Asal kamu tahu, dulu pakaian aku sangat modis. Tapi sekarang karena aku mau dukung dan tidak menghabiskan uang kamu, semua uang baju dan make up aku pakai untuk biaya anak kamu! Sekarang aku begini juga karena kamu, ngerti?!” marah Hani

“Sudah! Lebih baik kita bercerai saja!” kata Hani kepada Chandra
“Oh ya, buat kamu! Masih muda, lebih baik gunakan waktu sebaik mungkin, kejar apa yang kamu impikan. Jangan seperti aku yang sudah tua malah diselingkuhi orang!” kata Hani kepada selingkuhan Chandra


Singkat cerita Chandra pun diputusi juga oleh selingkuhannya. Dan Hani segera membereskan barang-barangnya untuk keluar dari rumah situ.

“Hani maafkan aku! Beri aku kesempatan terakhir!” maaf Chandra

Namun Hani sudah terlalu sakit dan tidak mau menerima Chandra lagi.
Tapi tiba-tiba anak mereka berkata “Ma, ayo maafkan papa. Bukankah kita hidup harus saling memaafkan?” katanya polos

Dari situlah Chandra berlutut, Hani menangis, dan keluarga mereka dipulihkan kembali.

Dari kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa “jangan main api kalau tidak ingin terbakar, jangan selingkuh kalau tidak ingin sengsara”
Jangan korbankan keutuhan rumah tangga kalian hanya demi keinginan sesaatmu. Jangan tergoda dengan wanita di luar yang lebih cantik dan muda, tapi lihatlah keberadaan istrimu yang selalu setia menemanimu, dari kau 0 sampai berada di titik ini!