Percaya tak percaya, kisah militer kadang erat kaitannya dengan dunia mistis. Seperti kisah Kopassus satu ini yang tersesat di dalam hutan Papua.
Namanya Selvanus. Ia adalah seorang anggota Kopassus yang pernah mendapat penugasan di kawasan Papua. Satu kali, Selvanus mendapat tugas melakukan penyisiran ke sarang OPM. Lokasi target operasi berada jauh di dalam hutan selama 6 hari perjalanan.
Saat melakukan operasi, Silvanus dan timnya terseret arus saat harus menyeberangi sungai. Dari operasi ke sarang lawan, Silvanus terpisah dari timnya di tengah belantara Papua yang perawan.
Ia tersesat sendirian di tengah hutan. Dengan naluri dan pelatihan militernya yang berat selama di Kopassus, ia berusaha untuk bertahan hidup. Makan apa yang bisa diambil di hutan, minum dari sungai atau akar pohon apa saja yang mengandung air.
Namanya Selvanus. Ia adalah seorang anggota Kopassus yang pernah mendapat penugasan di kawasan Papua. Satu kali, Selvanus mendapat tugas melakukan penyisiran ke sarang OPM. Lokasi target operasi berada jauh di dalam hutan selama 6 hari perjalanan.
Saat melakukan operasi, Silvanus dan timnya terseret arus saat harus menyeberangi sungai. Dari operasi ke sarang lawan, Silvanus terpisah dari timnya di tengah belantara Papua yang perawan.
Ia tersesat sendirian di tengah hutan. Dengan naluri dan pelatihan militernya yang berat selama di Kopassus, ia berusaha untuk bertahan hidup. Makan apa yang bisa diambil di hutan, minum dari sungai atau akar pohon apa saja yang mengandung air.
Namun lama kelamaan daya tahan tubuhnya semakin merosot. Pikirannya mulai kacau. Ia mulai melihat hal-hal aneh yang tak bisa diterima akal sehat.
"Hari keenam itu saya sudah melihat alam lain. Saya mulai mengobrol dan berkomunikasi. Mungkin itu hanya halusinasi saja.
Namun anehnya, saya masih terus bisa berjalan, bahkan sampai hari kesebelas dan berhasil menyeberangi sungai dengan lebar 200 meter sebelum tiba di Timika," katanya dalam sebuah buku kisah-kisah Kopassus dikutip dari okezone.com.
Di titik ini, pelatihan survival Kopassus membuat perbedaan. Di tengah ambang sadar dan kondisi fisik yang semakin lemah, Selvanus terus berjalan. Ia akhirnya ditemukan selamat setelah tersesat selama 18 hari di dalam hutan.
"Saat itu saya hanya tinggal tulang berbalut kulit, mata yang terus berputar liar dan telapak kaki yang bengkak akibat tertancap potongan kayu."
Setelah perawatan dan kondisi fisiknya baikan, ia kemudian diundang untuk makan-makan bersama Pangdam Jayapura. Anehnya, ia menghabiskan makanan satu meja hanya seorang diri.
"Saya makan banyak begitu bukan balas dendam, tapi rupanya ada yang 'ikut'. Tiba-tiba saya ingat bahwa saya selama di hutan memang selalu ditemani tiga orang. Kalau matahari sudah terbenam, satu memijati kaki, satu memijati pundak dan satu lagi berbagi rokok dengan saya. Alamnya sudah lain."
Gimana gan, ngeri banget kan ceritanya. Asli bikin merinding. Kalau dibuat filmnya pasti keren banget

