Suatu hari, seorang ibu mertua meminta maaf dan mengaku salah kepada menantu perempuannya. Ternyata, beberapa hari sebelumnya, di antara mereka terjadi perselisihan yang amat sengit dan yang menyebabkan itu semua tidak lain adalah ulah sang ibu mertua.

Sponsored Ad

Hari itu, ketika sang ibu mertua sedang bekerja, menantunya membawakan segelas air hangat agar sang ibu mertua bisa minum. Namun, sang ibu mertua yang merasa air tersebut terlalu panas langsung menyemburkannya keluar dari mulut dan menuduh sang menantu ingin membuatnya mati kepanasan. Setelah memarahi menantunya, sang ibu mertua pun mengusir dan menyuruh sang menantu menyikat bak mandi.
Ketika sang menantu tak sengaja menjatuhkan mangkok saat sedang mencucinya, sang ibu mertua pun kembali memarahinya. Sang ibu mertua bahkan berkata, “Daripada punya menantu sepertimu, lebih baik aku memelihara ayam saja! Setidaknya ayam bisa menghasilkan telur, sedangkan kamu cuma buang-buang uang! Kerja saja tidak becus!”

Sponsored Ad

Sore harinya, karena masih merasa kesal, sang ibu mertua memanggil sang menantu ke kamarnya lalu memarahinya habis-habisan. Pada saat itu, putranya tiba-tiba saja pulang. Tidak mau ketahuan sedang marah-marah, sang ibu mertua pura-pura jatuh dari kursi dan menuduh sang menantu memukulnya.
Tidak sampai di situ, dia juga menyuruh putranya untuk segera bercerai. Sang menantu yang merasa sedih langsung berlari keluar rumah, disusul oleh suaminya. Tak terima, sang ibu mertua pun menyusul keluar dan kembali berteriak-teriak menyuruh putranya segera bercerai. Melihat itu, putranya berusaha sabar dan menyuruh ibunya segera kembali ke dalam rumah karena malu kepada tetangga mereka. Namun, karena ibunya tak kunjung berhenti berteriak-teriak, sang putra pun kemudian memutuskan membawa istrinya pergi dari sana.

Sponsored Ad

Sang ibu mertua yang merasa kesal kemudian berjalan-jalan ke taman dekat sana. Di taman itu, dia bertemu dengan tetangganya yang bernama Qiang. Dia pun kemudian menanyakan kondisi ibu Qiang yang beberapa waktu lalu jatuh terpeleset. Qiang mengatakan bahwa saat ini sang istrilah yang menjaga ibunya.

Sponsored Ad

Mendengar itu, dia mengatakan bahwa ibu Qiang sangat beruntung karena memiliki menantu yang begitu hebat. Tak sampai di situ, dia pun kembali menjelek-jelekkan menantunya di depan Qiang. Qiang pun berkata, “Sebenarnya dulu istriku sama saja dengan menantu bibi, dia juga tidak bisa masak. Setiap kali ibuku sedang memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, istriku pasti datang membantu meskipun terkadang kehadirannya malah mengacaukan. Tapi ibuku tidak marah dan dengan lembut menyuruhnya ke kamar saja untuk menonton TV. Sejak itu, istriku pun berusaha semakin keras dan baru bisa seperti sekarang ini. Kini, kedekatan ibuku dan istriku bukanlah seperti mertua dan menantu, melainkan seperti ibu dan putri kandungnya! Bibi, maafkan aku jika bibi tersinggung dengan kata-kata yang akan aku ucapkan ini. Jika seorang menantu memiliki ibu mertua yang baik, lambat laun bukankah dia juga pasti akan menjadi seorang menantu yang baik?”
Mendengar kata-kata Qiang, dia pun akhirnya sadar dan memutuskan untuk meminta maaf kepada menantunya. Dia juga berjanji pada dirinya untuk merubah sikap dan memperlakukan menantunya dengan baik.