Bocah bernama Israel Imanuel Limbara viral beberapa waktu yang lalu.
Israel merupakan salah satu potret pilu korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
Bocah tersebut telah menarik perhatian publik usai videonya berbincang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) viral.
Saat itu, Presiden Jokowi sedang meninjau proses evakuasi di sekitar hotel Roa Roa, Palu Selatan.
Diunggah akun Twitter @aji_marla, Rabu (3/10/2018), bocah kelas 2 SD itu mengatakan, dirinya harus kuat meski sang ibu sudah tiada.
Video tersebut diambil usai Israel berbincang dengan Presiden Jokowi.
"Kalau saya nangis, mamaku nangis juga," kata bocah tersebut.
Dia pun mengatakan, dirinya harus berani dan rajin belajar agar ibunya senang.
Tribun-Video.com melansir Kompas.com, Sabtu (6/10/2018), pada saat terjadi gempa Israel sedang bermain mobil-mobilan di anjungan Pantai Talise, Kota Palu.
Sementara saudara kembar Israel, Kim Imanuella Limbara saat itu sedang bermain pancingan ikan.
Mereka bersama sang ayah di anjungan saat gempa dan tsunami terjadi.
Menurut Claudya, siswa kelas IX SMPN 2 Palu yang juga merupakan kerabat Israel, saat terjadi gempa, ayah Israel yang bernama Erik Hananiel Limbara langsung memegang erat tangan kedua anaknya.
Ketiga kemudian tergulung ombak bersama warga lainnya dan benda yang ada di sekitar mereka.
Mereka bertiga kemudian terdampar di rumah warga jauh dari pantai.
Israel dilaporkan mengalami luka gores di sekujur tubuhnya, sementara kim lebih parah karena kakinya bagian bawahnya tertusuk benda hingga berlubang.
Sementara ibu Israel, Feiby Sandra Wagiu saat kejadian sedang berada di Total X, sebuah hotel yang dikelolanya.
Dia langsung mencari anak dan suaminya menuju anjungan Pantai Talise.
Peringatan warga tak dihiraukannya demi menemukan suami dan anaknya.
Feiby pun tergulung air laut dan jasadnya ditemukan di bawah sebuah kendaraan dalam kondisi mengenaskan.
"Israel dan Kim itu anak yang cerdas dan aktif. Mereka juga periang," kata Debby Sumenda, siswa kelas XII SMA Katolik Palu yang juga dekat dengan keluarga Israel.
Kakek Israel dan Kim merupakan Pendeta Dr Hans Limbara, pemimpin Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Pedati Palu.
Usai gempa dan tsunami, Israel dan keluarganya mengungsi di rumah nenek Merry Glow atau Ci Nio di Perumahan Permata.
Sementara Claudya sering menemaninya, mengipasi gara lukanya tidak dihinggapi lalat.
Usai bertemu presiden Jokowi, Israel dan keluarga serta neneknya, Lanny Sarongku dibawa ke Makassar.
Dari Makassar mereka terbang ke Bali untuk mendapat perawatan, di sana dia memiliki paman yang merupakan seorang dokter.
Simak videonya di atas.