Desa Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Panggil saja namanya, Sabir. Seorang lelaki yang bekerja sebagai sopir. Demi sang istri, dia rela menempuh jarak nun jauh untuk mengais rezeki. Kadang tak pulang berhari-hari karena harus keluar provinsi.
Seperti hari itu. Dia baru saja pulang bekerja dari salah satu wilayah Kalimantan Timur. Sungguh, bukan jarak yang dekat. Tentu, hal yang dinanti adalah sambutan hangat seorang istri tercinta. Namun, rasanya belum kering keringat di badan, seseorang datang membawa kabar menyesakkan.
Rasa capek dan lelah belum sepenuhnya hilang, tapi berita itu seolah membuatnya lupa. Bagaimana mungkin seorang suami bisa diam saat istrinya dikatakan telah berselingkuh dengan tetangga?
Sabir berusaha tenang dan tak mau terpancing emosi. Jangan sampai amarah menguasainya hingga membuat keadaan bertambah runyam. Lagi pula, perbuatan istrinya belum bisa dibuktikan sama sekali.
Setelah mampu meredam gejolak di hati dan bersikap biasa. Sabir memanggil sang istri, lalu menginterogasinya.
Betapa terkejutnya Sabir, bahwa istrinya mengakui hal tersebut. Mereka sudah melakukan perbuatan layaknya suami istri. Bahkan tidak hanya sekali, tapi berkali kali.
Sungguh, benar-benar di luar kewarasan! Bisa-bisanya dia berbuat begitu saat suami banting tulang menghidupinya. Apalagi, dengan tetangga sendiri. Apa tak punya malu?
Sabir pucat dan kaku. Seolah olah kakinya tak memiliki tenaga untuk berdiri. Dia terdiam beberapa jenak, mencoba mencerna dengan akal sehat apa yang didengarnya. Namun tetap saja, hal itu di luar logika! Pahit, sungguh pahit!
Syukur, Sabir tidak lepas kendali. Setelah berusaha berlapang dada dengan perbuatan istri. Dia memilih menempuh jalur hukum.
Lelaki yang merusak rumah tangganya dipanggil dan digiring ke kantor polisi bersama sang istri. Biarlah keduanya mempertanggungjawabkan perbuatan hina itu di sana. Memang, penjara di dunia tak sebanding dengan dosa yang telah dilakoni. Namun, di akhirat nanti mereka juga akan memetik buahnya.
Pernikahan hancur, hidup kacau balau, keadaan Sabir benar-benar tak karuan. Mungkin, perlu waktu cukup lama untuk menyembuhkan lukanya.

***
Wahai istri, engkau bisa memperoleh surga dengan taat pada suami; menjaga kepercayaan, kehormatan, dan hartanya. Melindungi muru'ah, izzah, dan harga dirinya. Juga setia, berbakti, dan memberi pelayanan terbaik untuknya.
Tapi, engkau jua sangat mudah mendapat dosa besar dari suami apabila tak menunaikan hak haknya; menyebar aibnya, tak menjaga kehormatannya, bermain curang, bahkan mengabaikannya.
Pilihlah tempat yang tinggi di surga dengan cara berbakti pada suami. Dan bersiaplah menahan dahsyatnya siksa jika engkau berbuat zhalim padanya.